Sabtu, 04 April 2009

THE FULL A.I.S LIFE SCRIPT

Gw................. anak laki2 yang gak ngerti apa2, mencoba untuk tumbuh dengan cara sendiri. Juara klas gak bisa, bikin usaha gak bisa, ngabanggain ortu' gak bisa, jadi pembunuh gak tega, kabur dari rumah tuk menjelajahi dunia yang penuh arti dan keunikan yang bervariasi gak punya modal. Gw................. bisanya apa ya??? Ooowwhh........................ A.I.S ku tercinta. Skool yang memberikan senyum kecil maupun besar di setiap saat di mana kami semwa sudah berkumpul. Kenapa tidak terpikir ya.............. masih ada yang bisa kulakukan untuk Indonesia ini. Kenapa tidak mencoba untuk membuat mreka semwa tertawa???


Konser Drum Yang Melotot
2009


Salah satu dimana hari itu dibilang hari minggu, gue punya konser yang harus dijalanin dan dimainin. Tuh tempat konser letaknya ada di KFC bekas 21 yang abis bangkrut. Tuh KFC, KFC yang paling besar di Makassar (kayaknya sulawasi). Keistimewaannya, klo kita dah beli makanan, kita bisa ambil pepsi gratis di tempat yang tersedia. Gue yang gak pernah kesana, langsung mikir aneh2 habis diceritain adek gue tentang tuh KFC. Di saat seperti ini, gw harus nyiapin galon 5 buah, buat diisiin sama tu pepsi. Tapi rasanya gak mungkin deh (bukan karena malu ngambilnya, tapi karena galon di rumah cuma dua). Dan karena rencana membawa galon tidak berhasil, akhirnya gue mulai dengan menuju alias pergi ke lokasi konser. Gue pergi ma ortu LK2 gw (bokap), ma 4 adik gue. Pertama sih, gue gak setuju tuh adik gue ikut........... abis, mereka tuh semua ribut, banyak goyang, cerewat, dan katro lagi (kecuali adek gue yang terakhir, khan masih 9 bulan). Tapi........ mau di apa??? Gue gak bisa menentang bapak2 yg dah selalu memberikan gue uang pulsa jika gw lg butuh. Dan akhirnya, gue dll segera menuju ke tempat lokasi. Oh iya, gue lupa bilang, bahwa tuh konser bukan band2 gitu, tapi gua cuma main drum solo. dan nih acara disponsori oleh "Purwacaraka," semacam tempat les musiklah, en gue les disitu juga (yaiyalah, masa datang ke konser orang tapi gak les). Kembali ke cerita, gue yang udah sampai ke KFC tersebut langsung masuk ke dalam KFCnya (yaiyalah, masa diem aja) yang sudah dipenuhi dengan banyak peserta konser. Gw yang belum dapat giliran tampil langsung duduk sambil nonton peserta lain main di atas panggung, kadang juga ngobrol sama teman gue yang waktu SD. Salah satunya adalah pertunjukan band, yang vokalisnya itu adalah teman les bahasa inggris gue, walaupun dia udah keluar. Dia membawakan lagu "The Changcuters - Gila Gilaan" dengan PDnya. Die sempet joget2 dikit lagi. Gue yang ngeliat cuma gak abis mikir aja, "nih orang PD banget ya?!!" Tapi, ya mo di apa lagi??? Masa' gw harus nyari' piring, baru tuh piring gw penuhin pake sambel......... dan dengan bangsatnya gw lemparin ke teman gw yg tuh vokalis, hanya dengan sebuah alasan "WE PARCO, JANKKO MENARI HISTERIS DI SITU!!! Mo nya sih begitu, tapi klo gw nanti dikira anak tuyul edan lahir prematur yang lagi nyari perkara di sebuah restaurant 'Fast Food' terbesar di kalangan jajanan pinggir sekolah tersebut ini, gw bisa diebukin massa??? Blum lagi klo masi sempet2 dapat gamparan free sama bapa'nya??? Akhirnya, dah cape' mikir aneh2, gw ngelanjutin ngeliat para kontestan pengganggu pemandangan ini yang sudah dari tadi trus berganti. Dan sekian banyaknya pemain yang sudah main, gw cm tertuju dengan salah satu pemain drummer yg sudah tampil. Dia tuh masih anak2 dan dia mainin lagunya "d'Masiv - Cinta Ini Membunuhku" dengan gagahnya. Dia tuh namanya alonso dan umurnya kayaknya masih 5 tahun. Pendeknya aja cuma sampai di pinggang gue aja. Tp gw dengan kejamnya langsung ngelupain dia dari pikiran gue. Males pikirin yang lain, yang penting bentar lagi giliran gue. Dan akhirnya, nama gue pun disebut dan langsung disuruh tampil diatas panggung. Dengan gemetar tapi sedikit pede, gue langsung duduk di kursi drum yang sudah tersedia. Oh, iya....... lagu yang gue akan nyanyiin adalah "d'Masiv - Sebelah Mata." Tuh lagu keren dan asik banget drumnya, dan ini adalah kesempatan gue dalam memainkan drumnya pada konser solo pertama gue ini. Di lain cerita, lagu udah diputar dan gue mulai beraksi. "mungkin aku tak ber-arti............ di hidupmu, kau selalu memandangku......... dengan sebelah matamu....." yah lagunya mulai dengan lantunan nada2nya yang nyaman didengar. TAPI................ APA YANG TERJADI????????? gue dengan cerobohnya menjatuhkan stick drum kananku, dan dengan penuh keberhasilan, gue langsung mendapatkan perhatian dari semua penonton tersebut, sampai2 gue mendapatkan perhatian lebih bayak dibandingkan kampanye golkar di karebosi gitu (kayaknya). Gue sempet nganga 1 detik, dan lalu segera mengambil stick drumku kembali. Gue mulai gak percaya diri lagi deh pada saat main, karena hal2 yang gue tau sehingga gue sangat2 merasa malu adalah sebagai berikut:
  1. Gw cuma sendirian di atas panggung
  2. Gw lagi ditonton sama keluarga pula
  3. Gw sempat dipltotin satu KFC
  4. Penonton disini banyak banget
  5. Nih KFC merupakan KFC terbesar di Makassar
  6. Cuma gw sendiri, drummer yang ngejatuin stick drum tanpa sengaja
  7. Dan gw tau, drummer yang menjatuhkan stick drumnya, sama dengan menjatuhkan harga dirinya


    Akhirnya, setelah hari yang ancur gitu, dengan stick yang ter-gantung2 di lubang idung gue, dan juga keluarga gue (kecuali nyokap gue) segera pergi ke rumah dari tempat menyedikan tersebut. HU...HU......HU''''', GAK ADA YANG TEPUK TANGAN, SEKALI LAGI........ GAK ADA YANG TEPUK TANGAN!!!!!!

Pesan Moral: Jangan pernah mencoba mendadak semangat di tempat rame!!!


Perang Antar Tetangga Kelas

2007


Dimana saat gue masih bertengger kelas 7, gue yang bersekolah di SIT Al Biruni yang penuh keasyikan dan canda tawa. Ini adalah sekolah yang merupakan masa2 terindahku selama bersekolah daripada sekolah lainnya yang pernah kuinjak. Dan di suatu hari, ketika bel pulang berbunyi dan kami sesudah melaksanakan Shalat Ashar, kami yang belum pulang ber-main2 dahulu di lantai 3 di kelas kami. "kami" dalam arti disini sebagian lelaki SMP kls. 1-3 yang belum dijemput atau pulang. setelah sampai di lantai 3 kami sebagian masuk ke kelas 7, dan sebagian lagi masuk ke kelas 9. Kalau kalian tau, kls ku (kls 7) dan kls 9 bersambungan dan hanya dilapisi tembok dari 2 sisi tripleks sebagai pembatas. Namun, diatas tembok tersebut terdapat celah sebagai tempat AC menempel. Maksudnya ditempel di tengah tembok tersebut, agar kls ku dan kls 9 kebagian dingin sama2 tanpa harus membuang duit untuk membeli satu AC untuk satu kls. "Inga' Satu Untuk Semua." Setelah bosan mengobrol, tiba2 dari kls 9 ada yg melempar bantal bocor sehingga kls kami (kls 7) dipenuhi dengan tumpahan kapas yang sudah kotor dan biji kapuk yang sudah tersebar ke lantai. Sudah diteliti, ternyata pelakunya adalah Raihan. Tidak terima, temen gw yg gw lupa siapa langsung mengambil keranjang penuh sampah plastik maupun basah, dan kemudian menaiki meja karena celah tersebut berada diatas tembok. Dan akhirnya..... BRUZZZZ....., bunyi sampah yang meluncur deras seperti air terjun tersebut langsung mengotori kls 9. Si pelaku langsung tertawa bangga karena itu. Namun tidak terima juga, kls 9 (anggap saja murid di dalamnya) langsung mengambil minuman plastik yang terjatuh dari keranjang sampah tersebut dan melemparinya ke kls kami. Tidak tahu siapa yang berteriak "WE......... PERANG KO SEMUA!!! lawan kls 9!!!" langsung membangkitkan semangat tempur kami (maksudnya, semangat ngelemparin kls samping gitu). K ami yang di kls 7 beranggotakan saya, Reza (teman kls gue), ada Najib (temen kls gw jg), Shofwan (tmn gw yang juga mempunyai kelas 9. tapi gak tau kenapa dia bantuin kita), dan jg Rahmat (teman kls gue), dll. Klo yang disana (kls 9), Raihan (temen kls gw, yg juga ikut berkhianat), dan juga Asdar (temen gw yang juga temen kls nya Sofwan). Dan....... perang pun dimulai. temen gue mulai balik2 bangku ma kursi, berharap bisa ngelindungin mereka dari lemperan kls samping. Gue yang lebih pinter (narsiz bo') lebih miih gak capek balik 2 kursi dan bersembinyi di balik loker di sudut kls gw. Nih loker udah tinggi, dari besi, di sudut...lagi. Temen2 gue mulai nyariin barang yang paling enak bwat dilemparin. Ada tripleks bekas, kaleng minuman, gabus yg dah tinggal bulat2nya, dan banyak lagi deh. Gue juga mulai, gak mau ketinggalan. Gue sempet ngedapat koin 500, dan tanpa mikir nih duit dimasukin ke 'pocket', gue langsung saja lemparin ke kls musuh, dan suksesnya ada teriak "ADDEHHH.....!!!" Gue yang mendadak semangat, langsung nyari lagi apa2an yang enak bwat dilempar. Dari loker, gue merangkak menuju galas plastik warna biru yang 1 meter dari gue. Tapi......... dengan jantung yang ampir kelwar, gw langsung brenti ngerangkak pas didepan gue terlempar sepatu bola warna merah yang langsung menghantam tembok dibelakang gue. Gw yang cuma 3 senti dari lemparan (kyaknya) langsung aja diem, bersyukur kepala masih bisa gue rasain. Gw mikir........ siapa lagi tuh yang mo nongolin kepalanya di tuh celah. Shofwan yang melihat hal tersebut, memberi komando untuk brenti sejenak. "We..... brenti ko dulu melempar, emosi itu kapa'" kata Shofwan kepada kami. Tapi, pikiran Shofwan meleset. Lemparan tadi bukan karena emosi, melainkan si Asdar sang pelaku pelempar sepatu tersebut malah teriak "We farrang........ kenna' ko?!! hahahaha........balas klo bisa!!!" Kami semua langsung melanjutkan permainan. Sepatu yang tadi, Shofwan ambil lagi dan dilemparin lagi ke kls 9. Dan gue cuma duduk di blakang loker, blum dapat barang buat di lempar. Tapi, gue nongol sedikit ngintip dari samping loker. DAN....... ini yang paling kaget gue slain spatu tadi. Gak tau siapa yang lempar, kaleng 'Coca Cola Zero' di lempar dari kls 9. Tuh kaleng muter2, DAN...............MASIH ADA ISINYA. Tuh air cola dah langsung membasahi sebagian lantai kls gue, dan kalengnya terlempar lagi ke samping gue, DAN...................... TUH KALENG ISINYA MASIH BANYAK, COCA COLA ASLI 100%!!! But, gw (gue, skrg di ganti gw) gak sempet mikir mo minum tuh cola, karena masih mending bwat dilemparin ke kelas 9. Untung2 klo ada yang kena' khan, asyik juga (hihi). Dan akhirnya, gw lemparin kaleng cola beserta isi2nya ke kls lawan. But too......... kayaknya gak ada yang kedengeren "DEHH....... ANASSIALA'!!! SAPA ANJO LEMPAR KI???!!!" Gw yang gagal memakai kesempatan tersebut mencari lagi barang2 yang mo dipake lempar lagi. 20 menit berlalu........... akhirnya kita cuma dapat cape' tapi dapat kesenengan juga. Kami yang dari 2 kubu yang berbeda pun langsung bersama kembali dan saling menceritakan kehebatan2 lemparannya. Dan....... dari hasil perang konyol tapi sangar kayak gini, gak ada sama skali korban saudara2. Mungkin...... nih memank dah takdir kali ya??? Dan, dengan tanpa merasa berdosa sekali pun......... kami langsung meninggalkan lokasi peperangan (cuma kls kok) dengan wajah segar dan riang gembira, tanpa memikirkan hasil karya kita yang sudah lakukan dengan cara memporak poranda dan memborbardir-kan kls kami masing. BUT......... IT'S JUST LITTLE PROBLEM.......... WE DON'T CARE IT!!! (BWAHAHAHAHAHAHAHAAAAAAA).


Pesan Moral: Jangan pernah melempar keuntungan pada musuh perang (kayak Coca Cola)



Arabic Camp.......... Or Ngakak Kemp???

2009



Ini dalah pertama kalinya skool kami mengadakan yang namanya "A-RA-BIK---KEM (ejaannya salah ya???)." Adalah acara berkemah yang dilakukan di lokasi Benteng Somba Opu. Perlu banyak barang yang perlu disiapkan untuk itu. Ada alat makan, makanannya, alat mandi, alat tidur, dot, susu, ma pampers (mulai gak nyambung). Yang penting banyak deh. Singkat cerita, kami pun berangkat ke lokasi dengan menaiki mobil gw (bukan milik pribadi!!!). Dan, kami terpaksa ke sana dengan sambil berdempet dempetan. Gimana enggak, nih mobil merek "Atoz" (salah satu merek mobil keluaran "Hyundai" yang bodinya aja dah kecil, pendek, cuma punya kursi bwat 5 org, en gak 'mecing') dan temen gw yang ikut ada 5 org (berarti jumlah kami semua 7 orang tambah gw tambah pengantar gw). 13 menit berlalu, akhirnya kami sampai ke lokasi. Tempatnya indah dan keren banget. Ada pula rumah adat toraja-nya juga. Kami segera di suruh baris dan dibacaain aturan2 dalam 'Arabic Camp' yang emank harus diikutin. Salah satunya "TIDAK BOLEH ADA YANG BERBAHASA SELAIN BAHASA ARAB!!!, JIKA DILANGGAR......... AKAN MENDAPATKAN KONSEKUENSI BRUPA... BLA...BLA...BLA...BLA...!!!" Gw yang dengerin cuma bengong2 aja. Abis, tuh perintah masuk di bolong idung kanan gw, eh....... malah kabur lewat bolong idung kiri gw. Akhirnya, beberapa kegiatan pun dilakukan. Ada main bola, makan, ngobrol, tidur2an, ngakak (emank tuh semwa kegiatan yang spesial, ya???). But, gw ma temen gw, Najib..... cuma nongkrong di depan es cendol ma tukang bakso yang kebetulan nongol di deket situ. Gw yang cuma bawa duit 8 riben, tetep gak mikir bahwa tuh duit harus gw perhitungkan baek2. Gw langsung, nyabut keputusan bwat beli tuh es cendol yang harganya cuma 'limrat'. 1 menit berlalu..... "SRUUUUUTTTTTT..........AAHHHH, SEGGERRRR." Dengan suksesnya, es yang rasanya kayak kuah coto manis campur nasi merah tersebut, udah gw sikat langsung dengan cepat dan damai sejahtera. Blum puas, gw beli lagi bakso 1 tusuk campur tahu, dan..... "GRAUP....GRRAUPP....HAURRPP...SLLURRRPPP." Dengan suksesnya pula, gw tlah menamatkan game makan bakso dalam waktu tak lebih dari 1 menit tersebut. Hmmmm..... lega......., back to the location. Singkat cerita, skitar jam 9 malam diadakan lomba tebak 'Mufradat' (kosa kata dalam bahasa arab). Gw yang dah ngantuk berat, lebih milih duduk di blakang biar gak diganggu. Eh...... ternyata si Najib juga ada. Dia emank gak ikut karena timnya dah cukup 5 orang, because this game just need five students to play it. Gw akhirnya cuma ngobrol ma nih anak kecap (Najib), sambil ngedengrin lagunya "d'Masiv-Ilfil (Manusia Tak Berharga)," dari hp gw yang gw gak sadar udah dari tadi si Najib nyopetinnya dari kantong gw. Tim gw yang beranggotakan dari Gw=Ketua pling top, Gunawan=Wakil pengatur , Fachrul=Anggota budeg, Imam=Anggota patotoai, Ojhie=Anggota pemberi saran, Langgam=Anggota gak nyambung, dari tadi masih aja didepen lomba. Tapi..... kayaknya yang aktif cuma Gunawan ma Ojhie aja. Klo Imam ma Langgam, dari tadi udah 'is dead', alias dah ngorok, sedangkan si Fachrul gak nyadarnya dah ikutan ngobrol di samping gw, sama si Rezki (anggota kelompok lain). Dan, datang juga si Raihan (anggota kelompok lain juga) yang ikutan ngobrol. Agak lama kami mengobrol, gw balik dan ngeliat Imam tidur sambil duduk dengan muka cupu-nya. Tak menyia-nyiakan waktu, gw langsung berbisik kepada Najib. Dan akhirnya,............."JPRRETTT,," kita berhasil potoin si Imam dengan wajahnya yang sungguh menggugah selera. Sempat kami semua tertawa terbahak-bahak. Sempat pula kami bercerita bersama dan kadang2 bercanda dan saling mengejek pula, dan sampai membuat daguku pegel karena tertawa terbahak-bahak. Dan gw sempatkan untuk balik lagi, dan tanpa sengaja mengajak Ippi (nama asli=Kifli, anggota kelompok lain) mengobrol. Tapi, kadang pula sempat2nya gw memuter kepala tuk ngeliat apa yang terjadi blakang. Tapi, gw cuma tertuju lagi sama Imam yang dari tadi sudah tertidur pulas dengan gaya tidurnya yang sudah betul, tapi juga, yang gw liat tuh bukan gaya tidurnya, tapi satu jari telunjuknya yang masuk di bolong idungnya. Karena bosen, dengen isengnya gw dorongin tuh jarinya biar makin masuk dalam idungnya, sedangkan Ippi diblakang cuma ngakak. Eh, blum sempet didorongin empe dalem, tiba2 langgam dari blakang didorong sehingga menabrak Imam, DAN JUGA............. JARINYA!!! BWAHAHAHAHAHA............ JARINYA Si IMAM TUH LANGSUNG TERDORONG MASUK MENUSUK IDUNGNYA................. BOLONG IDUNGNYA CESS!!! Si Imam yang mempunyai rangsangan langsung bangun sambil ngelus2 idungnya. Kita semwa langsug ngakak rame2 ngeliatnya. Tapi, tak terasa lomba dah slesai dan kami semwa dipersilahkan tuk tidur. Kami sekelompok langsung naek ke rumah (tuh rumahnya kan pake tangga, jadi ya... dinaekin lahh) dan ngambil matras, en langsung TIDUUUWR. NGROOOKKK........NGROOKKKK (aksi perang ngorok dah dimulai, kecuali gw)

Wuhh......... DIIIINGINNN!!! ya..... itulah yang kami rasakan pada saat dibangunkan dari tidur kami. Kami yang tidur kayaknya baru 5 detik, langsung dibangunkan gitu. Yahh, memang kami harus bangun cepet, karena kami akan shalat tahajjud. Dengan langkah penuh keikhlasan 97%, gw langsung menuju tempat wudhu dan........ (ya wudhu lahh...). Gw juga sempet ngebawa jaket merek "Audia" gw, supaya gak kedinginan. Tuh jaket warnanya item, dan juga punya simbol huruf A besar kebalik, di blakangnya. jadi.... klo lue pade liat se2orang yang keliatannya dari blakang tampak bego di M'tos (karena gw sering nonton d situ) yang make jaket ciri2nya kayak gitu, itu pasti adalah anag manusia palink klop........ alias gw. Kembali ke cerita.......... abis wudhu gw ma temen yang laen langsung ke tempat panggung (klo di masjid, kejauan) dan memulai shalat dengan ikhlasnya sambil menganga (menguap). Abis shalat shubuhnya skalian, kami ngeluh karna ngantuk, dan akhirnya dengan terpaksa (kayaknya), guru kami ngijinin kami tidur tapi cuma disitu tempatnya. Tanpa pengormatan, kami semwa langsung tengkurap tuk tidur. Duhh...... ajib dahh, klo dingin gini tapi tinro, dah pling enak dehh. Abis enak tidur, gak tau dehh...... kami disuruh ke masjid tuk tilawah ama guru pendamping. Abis itu, gak terasa dah ampir jam 6, kite2 dsuruh pulang lagi ke lokasi kemping. Nih dari tadi kayaknya nyuruh kite bolak balik melulu. Bisa mati plan2 gw. Dan akhirnya kita semwa main bola dan sebagiannya lagi mau mandi pagi. GW yang punya jiwa suka main2 pasti lebih milih men bola dulu, mumpung masih jam 7. En.......... blum 7 menit, gw dah langsung mandi duluan. Bukan mandi itu, tapi mandi keringet. Abis itu, gw lap keringat gw dan ngambil baju bwat mandi. Namun gak sesuai yang diharapkan.............. wc penuh dengan temen gw yang lain. Tapi, gw maksa masuk dan bikin perundingan mandi bersama. Ya mreka (khan yang mo sama2 khan jg banyak, hehe) stuju2 aja. Akhirnya dengan terhina dan terlaknatnya, kami pun masuk kamar mandi dengan bersama. Ada tatkalanya, manusia sesama jenis mempunyai kemaluan (rasa malu.............., goblok!!!). Yak betul, gw gak akan rela membuka celana di depan manusia biadab sperti mreka. Temen gw yang masuk ikut terdiri dari Wisnu (anak kls 5), Ojhie (temen klompok gw), dan Ariel (anak kls 4). Terlewatnya 10 menit, gw dah slesai make sampo ma sabun. BUT, OH SH*T MAN!!!....................................... HE'S OPEN HIS "INSIDE PANTS!!!" Ya............... dengan suksesnya, gw ngeliat "adiknya" dengan mata yang sambil menangis melihat leher unta tergantung gantung kayak gitu. Gw blang "we ***** (nama tersangka disamarkan), kenapa nu buka clana nu???" Tersangka menjawab"susah ki kodong pake clana, na takkala mi." Gw cuma mantang nga2 aja, ngeliat anag edan kurang sadar yang harus bersyukur masih bisa idup empe sekarang, MEMPERLIHATKAN ******NYA DENGAN LIAR DAN BIADAB!!! UUUUHHHH....... mual dah nih perut. Abis make baju, gw akirnya keluar dati tempat laknat tersebut dan langsung lari ling-lang-ling-lung ke rumah klompok gw. 5 menit dah muntah (becanda), eh.......... salah seorang tentor gak di kenal manggil kami tuk baris didepannya sesuai klompok masing2. Gw pun langsung turun. Dah semwa kelompok baris, si tentor pun menjelaskan bahwa kami akan mengikuti lomba. Lombanya itu, ngeliling sekitar Somba Opu sesuai dengan petunjuk tempat yang ada. Stiap kelompok punya giliran......... dan akhinya kelompok gw dapat. Kami semwa akhirnya menuju pos pertama yang ditempati tentor khusus kelompok kami dari awal. Kami disuruh menyebutkan 10 "Mufrodat"(kosa kata) dalam bahasa arab. Dan dengan suksesnya, kami pun berhasil. Udah itu kami menuju pos kedua dengan rapinya, karena dari pos pertama..... kami udah diperingati tentang cara baris kami sat berjalan. Di pos kedua, cuma disuruh muroja'ah aja. Abis itu, kami menuju pos 3 dan abis itu ke4, dan akhirnya akhirnya akhirnya, kita lewatin dengan mudah............ walaupun dikit susah (bukan gampang namanya). Yah......... ini baru namanya jalan panjang. Habis ngelewatin pos ke 5, wuuihhhh............ jalannya bikin mampus. JAUHHH AMATT !!! lebih 6 kilo. Kite sempet kurang semangat, tapi akhirnya melihat kondisi klompok gw yang kayak terong kukus gitu, gw suruh mreka lari kenceng biar semangat (gw gk prnh tau, bhwa orang capek, klo disuruh lari kenceng, malah nambah semangat. Bukannya nambah capek???). Gw lari duluan dan akhirnya mreka ngikutin. Dan, pas brenti lari.................. cuma dapat ngos2an. BEGO"!!! Dan sampelah kita di pos ke 6. Gak susah amat, cuma nulis mufrodat yang disuruh tentor pos aja. Abis itu, menuju ke pos ke 7 lagi yang diduduki ma Pak Trisno, guru bhs arab di skool. Gak terlalu susah juga kok, cuma disuruh ngebaca hadist yang slalu dibaca di skool. Abis itu.......................... FINNNISHHH!!! Gw langsung duduk di pondok (rumah kecil, gak pake tembok, gak pake pintu, cuma atap ala toraja) sambil tiduran, sambil ngeliat klompok lain yang udah dari tadi sampe lagi main bola. Boro2 mo men bola, nih matahari lagi semangat2nya nunjukin sinarnya. Eh, tiba2 datang si Ippi, sambil bawa................. DWA ES PUTER. Gw mulai mikir macem2:
  1. Dia bawa dwa es puter, dengan maksud bikin ngiler gw, yg lagi "sakurata"
  2. Dia bawa dwa es puter, bwat dikasi ma semut yang terlihat kelaparan, di bawah kaki gw
  3. Dia bawa dwa es puter, satunya untuk dimakan ma dia, satunya dilemparin ke muka gw
  4. Dia bawa dwa es puter, satunya dilemparin ke muka gw, satunya dilemparin ke muka gw
  5. Dia bawa dwa es puter, cuam bwat diliat-liat aja
Oohhh, gak ada di ke-lima2nya. Huhuhhuhuhh............. pengen nangis gw, dia bawa dwa es puter.............. satunya dimakan dia, satunya dimakan dia....... eh, salah........... satunya dimakan dia, satunya GW YANG MAKAN. Yaakkk, betul......... dia kasi gw. Tentunya dengan perasaan sedu sedan, gw mulai meraih es puter tersebut dan............. melahapnya dengan buas, liar, terhina, kelewatan, sadis, dan berliur. Gak terasa kite dah ngehabisin es puter kite. Gw yang masih lapar mo beli lagi. Gw juga nawarin si Ippi, en dia mo lah. Belum sempet sampe di abang es puter, si Nauval (nag kelas 4) ngebawa 2 es puter dan ngasih gw satu. "moko faran?!! ambil moko." "kenapa nda nu ma kangi???" gue ngebalas. "malas ka' pegangi" kata Nauval dengan mantapnya. MANTANG NGA2, yakk....... cuma itu ekspresi gw. Seorang anag yg membeli es puter, 2 buah, tanpa mikir panjang cara makannya gimana, dan stelah capek mikir, dia langsung ngasi' ke seseorang yang tampak bego' yang secara harfiah, lewat di depannya. ITULAH GW, korban penjeratan es puter yang sudah dirajalelai oleh orang kaya uang telat mikir. Tanpa basa-basi, gw ambil tuh es puter dan tak lupa mengucapkan "makasi na?!?" Tiba2 gw jadi males bli satu es puter lagi, dan tuh es krim yang tadi tuh dikasi, gw kasi lagi ke Ippi. Dan gw mikir lagi, yang dapat pahala lebih banyak............. siapa ya??? Nauval or gw??? Ahh, peduli malaikat, lupain aja, it's just little bullshit thinking to me. Lama2, gw bosan juga. EEhhh, gw ngeliat Rehan (Raihan), ma Najib nongkrong deket bang es. Gw langsung cabut meninggalkan Ippi seperti penkhianat kayak sasuke, dan pun ikutan nongkrong. Crita2 dikit, gw pun bli satu es lagi. Blum 5 menit, tuh es puter abis lagi. Gimana gak mo abis, tuh es harganya cuma gope', dan sesuai harga............. isinya pun pasti cuma keliatan kaya' eek mikroba langka, yang di temukan di dalam lobang idung gajah mada lagi duduk, alias............. 3M= MURAH, MERIAH, MENCRET. Gw pun berniat ngebeli lagi tuh es puter, but.......... terlintas ide aneh di otak gw. Gw pun ngemumumin ma temen gw (cuma Najib ma rehan) klo gw kan trakir mreka, tapi............ ada syaratnya. Klo dah tu gw beliin es puter, mreka makannya harus pake kecap, en gw juga tentunya. Jadi, kayak es duo ketchup gitu. Eh, malah gak ada yang mau. Tai, nih es puter udah jadi, mreka malah gak mau. Tapi biar dah, takkala mi. But, gw gak mau nyerah. Gw tawarin lagi satu kali, en................... Ekselente, si Najib mo coba2 juga. Akhirnya, "mas, dwa dua es puternya, mas." Gak cukup dwa menit, nih es dah ada di tangan kami. Gw yang pertama ngambil botol kecap, dan dengan full self-nya, gw olesin tuh es pake nih kecap. Giliran gw sudah, dan Najib lagi. Finish 2 2, gw pun mulai nyicipin dikit. Seesshhh........ rasanya kayak ngejilat ketek ular (mank ular ada keteknya???). Rasanya manis manis asem ketiak. Si Najib juga dah mulai curang niup2 tuh kecap biar jatuh. Huh..... kesel gw!!! gw yang nawarin, malah gw yang cakkuru'. HAUUPPP'................ YAHH SUKSES DAHH, nih es puter bangsat udah gw lahap empe kecapnya. BUT........ HOEEKKK'SS, mo muntah gw, ni rasa manis sama rasa manis susu kuda jadi bercampur, menjadikan rasa baru yang mungkin akan digunakan sebagai racun tikus mondok. Gw sempet muntain dikit, bener2 kurang assem!!! Si Najib juga ngikut lahap secara pasrah dengan muka tasungi'ngi-nya. Si abang es ama si Rehan ngakak. Huuhhhhh, udah semwa gw lahap tuh es puter. GREAT, EXELLENT, PERFECT!!! 12 menit berlalu setelah memakan es duo ketchup tersebut, datang si Rezky. Si Rehan pun ngeceritain tentang es puter kecap tadi. Si Reski pun juga sepertinya terinisiatif dari gw. Dia pun nawarin traktir makan es puter juga, BUT.................... PAKE' SAMBAL!!! OH SHIT, WATDEFAK MEN. Huh, godaan setan!!! GW TRIMAAAAA!!! Najib yang kayaknya gak mo kalah, mala nerima juga. Akhirnya "Mas, dwa es-nya, mas" kata Rezky, licik. Gak cukup dwa menit, nih es dah ada di tangan kami. Si Rezky ngambil botol sambal dan langsung diciprati ke es-nya Najib. Gila dahh, banyak benner. Dan gw juga ngasih sambal di es gw, tapi gw sendiri yang ngasih. Gw mulai ngejilatin dikit, en gw langsung dapet SMS brupa respon dari otak. "Bos, jangan makan bos!!! kasian si lidah, gakkan bisa nahan. mank bos mau, tuh lidah malah pensiun kerja disini cuma gara2 slalu ngedapat penindasan, penganiayaan, pencabulan, dan pemerkosaan dari rasa makanan yg udah dari kodratnya............BIKIN MAMPUSS. Klo lue mank bos yang gak gampang percaya ama tuh godaan setan bin Ipprit, buang tu es puter, sempe muter2 skalian!!!" kata si otak dalam kpala gw. Ahh, masa bodo', dah terlanjur non. Dan............... HAAUUUPPPP', GW LAHAP TUH ES PEDAS BULET2. BUT.................. IT'S, IT'S, IT'S A ....................??? HUAAAAAAAAAAA, KUAMPRET, KUNTET, BUSETET, GILE, GAK ENAG BANGETTTTZZZZ. Gw dah ngerasa gak idup lagi. Pikiran terbang melayang bagaikan daun2 yang terbawa angin menghempaskan sluruh tubuhku yang sangat ringan, meleburkan tulangku, melelehkan dagingku, mencabik kulitku hingga ku terperosok di sudut kegelapan penuh kesuraman kalbu dengan kesendirian mendalam yang tanpa henti menusuk-nusuk hati hingga ku tak henti-hentinya berteriak............. "WE, SAPA PUNYA AER PUTI, OOOYYYY!!!" Huh, dah pilihan bijak. Yang penting nih es puter udah habis kosong melompong, diikuti pula oleh Najib yang menyusul. Buahhh, THAT'S VERY FREAK. Mungkin sekarang gw dah alergi ma yang pedes2. The "Gold Of Spin Ice", Rehan, and Rezky.......... is laughing we are. Uuuhhh, lupakan.


Uuhhh......, segarnya. Menikmati mentari yang menghangatkan tubuh. Terbebas dari kekejaman dan kesadisan es puter yang mengniayaku 3 jam yang lalu. Memang, udah waktunya kite semwa harus pulang dan sekarang dah disuruh baris. Sebelum pulang pun, tentor memberikan hadiah kepada kelompok yang menang. Klompok gw dapet kado tuk juara 2, 2, dan 3 untuk 3 lomba keseluruhan. Yahh....... lumayan lah hadiahnya. Isinya semua biskuit ama coklat. Hueekkk, gw enek banget ma namanya coklat dan biskuit (gak tau kenapa, dri lahir), dan tentunya gw gak mendapatkan apaun dari tuh semwa hadiah (kesimpulannya adalah, setiap lomba yang gw udah ikut berpartisipasi capek2, malah gak ada gunanya. Na gw biar secuil, hadiahnya gak dapat). Mending gw kasi semua ma temen klompok gw. Yang paling banyak dapet juara 1 tuh, kelompoknya si Rahmat. Mank tuh anak, dari sekolah udah pinter belajar BasRab (Bahasa Arab). Sebelum pulang, si kepala sekolah yang gw baru tau dari tadi ngomonk di depen (padahal udah empe stengah jam ngomongnya) memberitahu kami bahwa kami harus dipoto dulu sebagai kenang-kenangan. Gw yang agak benci dipoto ma orang, bersembunyi dibalik badannya Ippi' yang gendut. Hmm, sukses. Rencana "Invisible In Photo" berhasil. Abis itu, gw ma yang lainnya langsung naek ke pete2 (angkot, daeng!!!) yang udah dibayar ma skool, dengan tujuan kembali ke skool. Selama di perjalanan, kite2 juga sempet ngakak2 empe kedengaran di luar. Gw aja sempet plototin ma ibu2. Gak terasa, skool dah didepan mata. Kita semwa langsung turun, dan duduk di depan skool. Terlihat pula si Ari, nag klas 9 yang gak ikut ke Somba Opu, dengan alasan akan UAN. Memank, klas 6 dan 9 mank gak ikut pergi. Mreka tetep skool sperti biasa. Kite Juga sempet crita2 ma Ari tentang Somba Opu sebelum gw pulang ke rumah. Dan terlewatlah 10 menit crita. Gw akhirnya bersama Pak Salam (Pengantar/penjemput) yang ternyata dari tadi nongol disitu sambil duduk2 dan Najib (mo nginep di rumah gw) masuk ke dalam mobil untuk pulang. Huhh............. lega dehh rasanya. HOME, WAIT ME!!!


Pesan Moral : Jangan pernah memasukkan jari temanmu ke dalam hidungnya, jika tidak ingin dia cacat konyol
Pesan Moral 2: Jangan pernah ilfil melihat teman bawa makanan enak didepan lue
Pesan Moral 3: Jangan pernah memeperlihatkan "adekmu" di depan temanmu, jika tidak ingin mreka muntah
Pesan Moral 4: Jangan pernah meramu makanan yang kayaknya bisa bikin usus lue keluar dari lubang pantat


Perang Bakso Goreng (Second Part Of War)
2008


Kantin, satu tampat dimana kami se-Al Biruni bisa membeli snack, minuman, permen, alat tulis, pampers (curiga. Pampers apaan???), maupun sbagai tempat nongkrong. Kantin Al Biruni juga slalu punya suara khas di saat tertentu, seperti "kak Neni kak Neni, kerupuk. kak Neni kak Neni, nasi kuning. kak Neni kak Neni, fruti. kak Neni kak Neni, susu ultra. kak Neni kak Neni, na lukka ki kacang polong ta'. kak Neni kak Neni, utang ka' dulu. kak Neni kak Neni, mana kembalianku tadi sratus riben. kak Neni kak Neni kak Neni kak Neni kak Neni kak Neni. Itulah yang slalu terdengar di telingaku. Gw juga yang nag Al Biruni tentu juga gitu. Memank, kak Neni lah yang ngejual di kantin tersebut, satu2nya kantin paling top di Al Biruni (palink top-lah, kantinnya cuma itu aja). Gw juga pernah ngebayangin, klo gak ada kak Neni yang mempunyai kesadaran untuk menjual snacknya di sini, gw yang keripik mania (alias pecinta keripik singkong) mo bli kripik dimana lagi??? Dan gak cuma gw aja, temen gw yang lainnya klo mo bli naskun (nasi kuning) mo dimana lagi??? Pasti pilihannya hanya satu.......... KANTIN KAK NENI. Jajanannya pun kadang2 klo di hari tertentu berubah. Ada jalangkote, bikandoang, perkedel, bakso goreng, bakso bakar, bakso tikus, dan lain sebagainya. Hehe........ inilah intinya, sesuai judul diatas, BAKSO GORENG. Bakso goreng yang membawa kami pada kesenangan sementara namun asyik. Critanya gini, dimana hari itu hari yang gw lupa kapan, kak Neni membawa produk baru. Bakso goreng. Tuh bakso ditusuk seperti bakso umumnya, tapi laen dari yang lain. Bentuknya gede, berpori-pori, warna coklat kehitam-hitaman. Dan yang belum di tahu adalah................. RASANYA. Gw sekelas yang baru keluar dari kelas karena sudah waktu istirahat, melihat keramaian di kantin kak Neni pada saat ngejual tuh bakso. Gw yang gak punya duit, cuma bisa ngiler ngeliat adek kelas pada makan tuh bakso. Tapi........... ada sesuatu yang berbeda. Mreka semwa makan dengan ekspresi seperti tak pernah mendapatkan kasih sayang dari ortu'nya sejak lahir. Setelah gw teliti bermenit-menit, gw tetep gak mendapakan jawabannya. Gw aja sempet ngeliet si Fadil (anag kls 8) si yang merupakan anak tergendut se-Makazzartt, dah jadi sasaran empuk tempan penyimpanan bakso di perutnya, alias dari tadi gw ngeliet dia dikasi bakso goreng truss...... empe bertusuk tusuk. Apa karena si Fadil punya jampi2 jin iprit di perutnya, sampe2 makanan dah langsung nempal kayak perangko??? Mikir sambil perut ngomong, memank gak kan nyaman. Tapi, lupa siapa, ada adek kelas ngasih baksonya ke gw. 3 BAKSO BRO. Gw aja bingung, nih anak kegendutan atau mank nafsu makannya udah paling rendah se-Indonesia. Baru mengangkat mulut tuk telen2 tuh bakso, si Rahmat tiba2 ngasih tw gw "we faran, nda ena' itu baksona" Gw langsung mikir, apakah si Rahmat merupakan salah satu anggota FBI, yang secara langsung dikirim dari amerika dengan mengemban sebuah misi rahasia dari Barrack Obama, yaitu "Mencuri Bakso Goreng Dari Tangan Si Germo Farhan." Mentang2 si Barrack Obama gak pernah makan bakso di amerika, ya jangan ngambil baksonya dari gw dong!!! "Huhh.......... shut up your mouth, Rahmat!!! I know, kamu tuh anggota FBI gadungan yang berambisi mengambil baksoku, dan klo dah ngambil nih bakso dari tangan gw, lue akan melupakan misi kamu juga, dan malah memakan bakso yang seharusnya dimakan sama Barrack Obama tersebut!!!" Pengennya sih ngomong gitu, tapi takut dimarain emaknya. Nanti gw disangka orang gila kejedut bokong kebo', lagi. Tapi tetep aja tekad gw dah bulet sebulet upil kegilas panser, GW AKAN TETEP MAKAN BAKSO INNI!!! HAAAUPP.............
gw tak merespon selama 3 detik. YA ALLAH........... RASA APA ENNE??? BETTUL BETTUL..............??? ahhh......... yang penting rasanya aneh benner. Rasanya kayak tepung terigu dikasi pantat ayam rabies, ama sesendok tai kering, baru direbus 3 detik. Wallah......... ke-hiperbolaan banget. Gak gitu juga sih, tapi rasanya ya emang kayak tepung terigu dibulettin baru direbus aja. Yang pasti rasanya udah gak menjamin di dalem perut, and so....... gw muntahin. Hehe.............. sorry buat Rahmat daN Mr. President Barrack Obama. Ternyata memang Ramat bermaksud menolong. Udah merasakan rasa tragis dari bakso tersebut, gw pun akhirnya maju melangkah menuju tempat nongkrong temank2 gw yang ada di depan kls 9. Sebelum dekat dengan mreka pun, pokok pembicaraannya saja sudah terdengar, ya pasti tentang bakso goreng biadab itu. Mereka semua yang terdiri dari Najib, Raihan, Rahmat, dan Reza (temen kls gw), ama Fadil, Ari, dan Adrian (kls 8) sampai mengeluarkan berbagai pengakuan berwarna warni dari mulutnya tentang bakso itu. Ada yang ngaku baksonya rasa tai lahh, ada yang ngaku baksonya diduga bakso tikus new zealand lahh, ada yang ngaku ketusuk tusuk baksonya lahh, ada yang ngaku baksonya mirip eek'nya lahh, sampe ada yang ngaku nggak make' celana dalem (hehe...... just kidding, boy). Yang penting, tuh kata2 sema yang keluar dari mulut mreka, udah ngelewatin batasan hiperbola, menjadi hiperdurian. Yahh....... gw sih gak terlalu banyak cek cok juga sih, paling2 cuma ketawa ngeliatin mereka semwa pada cerita sambil ngepake ekspresinya waktu ngenyoba' bakso yang mereka belli. Eehhh....... lagi sementara cerita, gak tau siapa ada yang ngelemparin kami bakso goreng yang malah lagi diceritain. Gak nerima, gw pun mencari bakso yang si pelaku lempar dengan niat bales ngelempar juga'. Huhh....... terlambat, tuh bakso dah diambil ma si Raihan, dan pasti dah di lemparin ke pelaku yang ternyata adalah Najib. Kena' sih kena', tapi ya baksonya ada di tangannay lagi dan tentunya dilemparin lagi ke kami. Si Ari' pun terbawa nafsu (bukan birahi) dan gak mau ketinggalan. Setusuk bakso yang dari tadi dia pegang, tapi gak pernah disentuh, tampaknya akan dia pakai untuk sesuatu yang sama dengan pokok masalah ini. Perbandingan kemungkinannya cuma ada 3 pilihan. Kemungkinan 4% si Ari' akan maka tuh bakso dengan alasan kasihan melihat bakso tersebut menangis karena terus dianiaya dengan ejekan2 kami yang beruntun, ato 95% kemungkinannya tuh bakso dia lempar ke pelaku alias Najib, dengan alasan gak mau ketinggalan seru2annya. Ato mungkin 1% kemungkinannya, tuh bakso dia paksa masukin ke dalam lobang idungnya, abis itu sambil lari sepoi2 ke rumahnya, dia ketemu emaknya, sambil bilang "Mak, Ari mo ngajarin caranya makan bakso lewat idung, mak" kata Ari yang sudah tampak ngos2san, dan mamaknya merespon "Oh ya??? gimana caranya nak???" Ari' pun menjawab "Gini mak, pertama..........." belum sempat menyambung katanya, Ari akhirnya mati kehabisan napas dengan alasan ingin membuat emaknya bangga dengan cara mengajarinya memakan bakso lewat lubang hidungnya sendiri. Dan ternyata, yang Ari pilih adalah..................... melempar baksonya ke Najib. Memang sudah pasti, karena persentasenya cukup tinggi. Gak peduli tuh bakso kena' ato nggak, gw tetep melanjutkan pencarian bakso di lantai yang mungkin ada yang berceceran. Yakk....... gw dapat stu, dan.... dan..... dan semakin banyak!!! Gimana nggak makin banyak, Adrian yang ceritanya sama dengan si Ari' pun memilih untuk melempar baksonya. Gw yang gak pernah beli bakso pun ternyata masih bisa dapat banyak peluru disini. Rahmat sama Reza pun juga nggak mo ketinggalan. Melempar bakso ke Najib hanyalah sebuah pilihan yang dapat dipilih. Merasa terdesak, Si Najib pun akhirnya lari menuju lantai dua sambil membawa beberapa bakso yang dari tadi dia sudah kumpul. Gw sempet ngelempar satu bakso, tapi gak kena', tapi juga tuh bakso malah ngelompat lompat terpantul plafon. Hehe..... tuh bakso lumayan keren, bisa mantul2 gitu kayak bola ping pong. Pengejaran pun tetep dilalakukan. Kami semua sempet ngejar secara bersama, tapi si Adrian malah menginjakkan kaki di kantinnya kak Neni. Gak salah liat, si Adrian ngebeli bakso goreng tersebut, 4 TUSUK!!! Ya ellah, tu tadi bakso lue hina2 sampe ludah muncrat abis2an, eh sekarang malah mendadak sakit bli banyak2 bwat dimakan. Betul sih, itu dalam pikiran gw, tapi sepertinya pandangan Adrian mengandung sedikit unsur kelicikan. Hohohohhhh.......... ternyata bettul rupanya, tuh bakso dibeli banyak buka karena mo dimakan, tapi cuma mo dipake lemparin ke Najib. Apakah betul, hanya untuk kesenangan semata, kantong pun bisa bisa anjlos kayak pipa bocor??? Ah....... peduli iprit, yang penting nih peluru bakso dah makin banyak. Gw juga sempet ngeminta tuh bakso bwat dilemparin ke Najib yang ternyata malah menunggu di bawah tangga lantai dua saja. Jadi, kami bisa ngelemparinnya dari atas. Pada saat gw ngelempar, hasilnya sama aja. Tuh bakso malah mantul2 gak sangaja kena sudut tangga. Najib pun pula terlihat sudah mengambil ancang2 membalas lemparan kami semua. Gimana gak seru nih, setiap lemparan kami pasti ada saja yang kena Najib ataupun hanya mantul2 tinggi. Tentu saja ketawa ter-bahak2 gakkan bisa dihindari. But, sh*t!!! lonceng pun berbunyi. Kami pun akhirnya masuk kelas yang berada di samping kelas 9 tadi. Dan, kembali bercerita tentang kehebatan lemparan2 dan bagian tubuh yang terliabat dalam aksi perang bakso tersebut. Gw juga' sempet mikir,tuh bakso juga makanan, dan tuh makan kita udah cela, aniaya, hina, injak, koyak, lempar, dan dipake bahan ketawa. Hehe, bayangin aja klo misalnya tuh bakso adalah Spaghetti Bolognaisse yang kita injaki dan dilempari (bedenya, spaghetti lebih basah dan berlendir), pasti terlihat kejam dan penuh dengan dosa. Tapi percuma, ketawa dan keseruan kami dalam berperang tadi membuat semua dilupakan. Betul2 seru dan bikin ketagihan, melihat bakso2 tersebut terbang bagaikan burung merpati yang mencari tempat landas yang sangat nyaman untuk diinjaki, dan anggap saja tuh tempat landas KEPALANYA NAJIB, bwahahahaha. Tak terasa guru akhirnya masuk, dan kami pun belajar dengan penuh peluh keringat yang mengucur deras. Tapi, pelajaran hanya tampak 5 menit bagiku, lonceng pun berbunyi menandakan Shalat Zuhur. Kami segera menuju depan kls 9 dap kembali bercerita cerita dengan anak kls 8 yang ternyata dari tadi juga nongkrong disitu. Sesudah bercerita sedikit, gw turun ke lantai 1 untuk Shalat berjamaah. Sesudah turun ke lantai 1, gw mendapat sebuah kesimpulan dari perjalanan gw dari lantai 3 ke lantai 1. Kesimpulannya adalah, GW DAH BERKALI KALI NGINJEK BAKSO GORENG YANG BERGELETAKAN. Bettul, temen gw juga ngerasain, hasil dan dampak dari permainan kotor kita. Memang bener, semwa bakso yang kita pak lempar, ya kita biarin aja pas udah bunyi bel tadi. Dan alhasil, pastilah tuh semwa bakso udah banyak yang ketendang tendang dan keinjek injek sampe ke lantai 2. Reaksi kami,
  1. Kaget
  2. Bingung
  3. Nunjuk2
  4. Cengengesan
  5. Mikir dikit
  6. Luapin masalah
  7. Anggap gak ada
  8. Masang wajah mafia
  9. Tetep tenang di depan orang laen
  10. SENYUM PEPSODENT
Yakk......... senasib sepenanggungan, laskar AIS bersatu!!! BUAT MASALAH, BUAT BERSAMA, TANGGUNG MASALAH, NANTI SAJA!!! HAHAHAHA..................... gak ada yang tau kok. Bettul, sehabis shalat, gw berdoa, semoga para pasukan bakso yang gugur dan mati syahid di medan perang tadi siang, MASUK SURGA.


Pesan Moral: Jangan pernah menilai makanan dari tampilan luarnya
Pesan Moral 2: Jangan pernah mencurigai teman sendiri, sebagai anggota FBI
Pesan Moral 3: Jangan pernah nganggap bakso kayak bola ping pong
Pesan Moral 4: BUAT MASALAH, BUAT BERSAMA, TANGGUNG MASALAH, NANTI SAJA!!!


Terkurung Di WC
2008


Ulangan semester memang menyebalkan. Adalah tersangka yang menyita waktuku untuk bermain. Gimana enggek, setiap hari disuruh blajar.......blajar......... dan blajar. Dan............ dimana hari itu adalah hari yang sangat menakutkan. ULANGAN FISIKA!!! hidung pelajaran yang sama skali gak bisa bikin gw tertarik dengannya walupun mencoba. Masih mending matematika, dah asyik, menantang, idup lagi (mank idup???). Memang, ulangan semester ini baru penaikan semester 2 aja, jadi kite2 (kls 8) gak terlalu takut juga. Tapi, namanya ulangan tetep ulangan, dan pasti tetep susah. Deg2an gakkan terhindar juga kan.

Huhh............ di mana hari itu..........eeee.....??? gw lupa kapan, kami mempunyai jadwal ulangan yang mungkin bisa dibilang mengalahkan level EXPERT, ato mungkin CHAOS. Betul, tertera jelas dan padat tulisan keramat pada roster ulangan semester kami...............FISIKA. Kita semwa cuma menganga aja, nyaris kemasukan lalat. Memang sih, tuh ulangan abisnya ulangan Life Skill (Pandu, kyk pramuka), dan abisnya istirahat. Kita pun ngerencanain make waktu blajar pada saat istirahat. Yakk............ gimana gak mo taku, kite semwa kompak gak blajar tadi malam. Gw sih sempet ngeliat buku tadi malam, baru megang, baru membacanya dengan khusyu, dan mengingat isi2nya maupun dalam2nya. Dan ternyata setelah gw liat sampul depannya, ternyata gambar Sasuke ama Deidara berpose. Ooowwhh.................. komik Naruto yang gw baca ternyata. Pantasan gw gak bosen ngebacanya, sampe abis lagi. Berhenti mengingat, kami yang sebenarnya sudah dari tadi di skool gak nyadar bahwa ulangan Life Skill dah mau dimulai. Kami dengan kelas 9 pun menuju depan skool untuk berbaris di depan guru kami, PAK JIHAD. Memang, kita klo belajar Life Skill tuh barengan ma kls 9, jadi lebih rame deh. Sesudah, membaca doa belajar, kami semwa diberi tahu kode angka masing2. Tuh kode, tuk menandai jumlah lari kita. Yakk.......... betul, ulangan kita sekarang adalah LARI KELILING.

(MASIH BERLANJUT, HUBUNGI DOKTER SUNAT)







Tidak ada komentar:

Posting Komentar